Relevansi Materi Filosofi Pendidikan

ANAK DIDIK KITA ADALAH ADALAH BENIH-BENIH SEMAIAN PENUH ASA

oleh: YUNI ANJANI (Bahasa I)

7 Novembe 1956 yang lalu Ki Hajar Dewantara dalam pembukaan dalam sambuatanya seabgai Dewan Senat Universitas Gajah Mada telah membuka pikiran banyak bahkan ratusan orang tentang pendidikan, bahwa guru yang sejati mendidik muridnya sesuai dengan zaman dan tuntutann alam. karna zaman kita bebeda dengan zaman anak-anak kita. penguatan - penguatan tentang penanaman ruh kebuadayaan kawa yang harus ditanamkan kepada siswa harus dijunjung tinggi, baginya rakyat indonesia sangat krisis kebudayaan, sudah mulai kehilangan jati dirinya, pendidikan budaya barat sangat melekat. 

pada abad 21 ini, kita dihadapkan pada zaman dimana teknologi sangat masyhur, murid kita sangat di lenakan oleh kemudahan mendapat informasi dan ilmu pengetahuan. maka menganut pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan murid harus sesuai jaman dan tuntutan alam, menuntut guru untuk lebih gesit dalam mengupdate ilmunya.maka penting bagi kita sebagai guru mengenal berbagai teori pendidikan, yaitu Behaviourisme, kognitivisme, humanisme, dan konstruktivisme.

Behaviourisme (John B. Watson), adalah semua yang dilakukan organisme, temasuk tindakan, pikiran, atau perasaan manusia sangat ditentukan oleh lingkungan. manusia adalah netral, baik dan buruknya ditentukan oleh situasi.

Humanisme (Carl Roges), adalah manusia memiliki martabat yang tinggi luhur mampu menentukan nasib sendiri dan dengan kekuatannya mampu mengembangkan diri sendiri. kebebasan manusia untuk befikir dan betindak meurpakan sesuatu yang mutlak.

Kognitivisme (David Ausubel), adalah memiliki pandangan proses yang menitikberatkan proses membangun ingatan, rtensi, pengolahan, informasi, dan emosi.

Konstruktivisme (Jean Piaget)
pengetahuan adalah hasil konstruksi kita tentang dunia, melalui interaksi dengan objek fenomena pengalaman dan lingkungan manusia.

masih banyak ilmu yang yang saya dapatkan di mata kuliahi ni, salah satunya kita belajar tentang sebuah  hakikat, menjadikan ilmu yang kita peroleh semakin bemakna.

yang akan saya lakukan tehadap murid saya adalah, memahami, memahami murid kita dan paham bagaimana cara menghadapainya adalah sebuah keberhasilan sendiri, karna dari sana kita akan lebih mudah untuk mengukur secara presisi, apa yang dibutuhkan oleh murid. serta pendidikan apa yang tepat untuk diterapkan dalam kelas.

seperti Jean Piaget dalam teori pendidikan konstruktivismenya, pengetahuan adalah konstruksi antara pengalaman dan lingkungan. biarkan murid kita memahami bahwa pendidikan adalah buah yang sangat manis juga ada asamnya. akan tetapi baik untuk kesehatan. pendidikan abad 21 ini mendorong peseta didik kita untuk mandiri, guru sebagai fasilitator harus mampu dalam meyakinkan murid untuk berani mencoba. 

Komentar