LOLOS PPG PRAJABATAN 2022 GELOMBANG 2 : Ceritaku
Sebenarnya sudah lama saya pengen nulis perjalanan sampai bisa mendapatkan beasiswa PPG PRAJAB Gel 2. Tapi baru sempat sekarang. ☺
Berawal dari saya resend menjadi salah satu pendidik di sebuah sekolah swasta, saya berniat mendaftar menjadi pendidik jalur PPPK sebenarnya. akan tetapi saya urungkan karena beberapa faktor penting salah satunya hamil muda. Hehehehehe... Maklumlah ya hamil muda itu bagaimana rasanya ๐.
Lanjut, setelah satu tahun mulus menjadi ibu rumah tangga, waktu itu saya sedang hamil tua kalau tidak salah masuk 8 bulan. Saya ikut tes PPG PRAJABATN Gel 1. Berkas administrasi semua sudah di siapkan , alhamdulillah Allah Swt memberi saya kemudahan dalam banyak hal, alhamdulillah tes adminiatrasi lulus, tinggal menunggu waktu tes substansi. Perkiraan jadwal akan turun waktu saya hamil usia 9 bulan, sebenarnya disini udah ada feelling tidak begitu baik, "kayaknya bakal terhambat deh". Tapi tetap saya jalani apa adanya. Dan kabar yang ditunggu -tunggu akhirnya datang juga tepat setelah saya melahirkan saya dapat Info dari SIM PKB, bahwa saya mendapatkan jadwal tes 3 minggu setelah saya lahiran, dan yang membuat saya kaget, saya dapat LPTK di luar kota yaitu Purwakarta. Saya istigfar berkali-kali, Ya Allah kok bisa-bisanya saya di klaten, dapat LPTK di Purwakarta. ๐
Tapi tetap saya jalani hari-hari menuju hari H itu sambil fokus merawat diri dari melahirkan Sesar. H-1 sore, saya di temani suami tercinta berangkt menuju stasiun, lalu bagaimana dengan bayi? Tentu dengan rasa yang tidak karuan saya tinggal bersama neneknya. rasa sakit sehabis operasi masih terasa, saya agak pesimis sebenarnya. Cuma logika harus terus menguasai, "Ini adalah kesempatan, jangan biarkan hanya berlalu begitu saja".
Namun, lagi-lagi sepertinya memang saya tidak ditakdirkan hari itu untuk melanjutkan perjuangan, kereta menuju purwakarta sudah berangkat, ya saya terlambat, akhirnya saya di sarankan ke stasiun purwasari, dari sana akan ada satu lagi kereta menuju Purwakarta, langsung tanpa babibu, kita berangkat. Tapi sungguh, jika Allah Swt sudah Kun Faayaa Kun, kita sebagai hamba bisa apa. Kebetulan kami diminta untuk menyerahkan bukti vaksin Booster, padahal kami tidak membawa. Jika harus balik ke klaten dan menuju purwasari lagi itu artinya terlambat. Kereta audah berangkat.
Saya dan suami saling pandang, keadaan menjadi sunyi seketika. Ya Allah,,, astagfirullah haladzim, kulepaskan perjuangan PPG PRAJAB ini dengan hati yang hancur, tapi mantab sepertinga memang ini yang terbaik. Bisa dibilang mungkin saya terlalu memaksakan diri dan mungkin banyak kemudrotan yang akan terjadi, jika saya lanjutkan...
Rasa kecewa malam itu kami habiskan dengan makan sate ayam bersama sambil saya sesenggukan berderai air mata wkwkwkwk... ๐ sedih benar saya jika ingat malam itu, suami kaya jadi motifator dadakan agar saya ngak kecewa-kecewa amat.
Menyerah? Tentu tidak.
Akhirnya pengumuman gelombang 2 di buka. Hati, pikiran, dan fisik saya benar-benar antusias sekali. Entah hati saya selalu tergetar, ketika membaca informasi tentang PPG PRAJABA ini, emm apa ini yang di namakan jodoh? Hahahaha... Iya deh kayaknya ....
Tidak muluk-muluk, hanya saja saya ingin menjalani proses ini dengan sepenuh hati, tidak setengah-setengah. Rasa kuatir, was-was, jelas ada karena pasti saingan saya banyak dan luar biasa.
Alhamdulillah saya di beri kemudahan lagi, administrasi jelas lolos, karena saya sudah mendaftar PPG PRAJAB di Gel 1. Satu tahap closed.
Tinggal menunggu waktu tes substabsi, dan alhamdulillah LPTK tempat saya tes tidak jauh, hanya di UMS saja. Sampai disitu saya sudah sangat bersyukur. Waktu tes tiba, belajar? Iya mencoba, tapi bingung juga harus belajar apa. Tapi tetap saya mencari tau kira-kira materi apa yang akan keluar. sedikit-sedikit semampu saya pelajari. Dan alhamdulillah les substansi closed.
Menunggu pengumuman tes substansi.
Akhirnya di tahap ini saya juga lulus. Tetap saya tidak muluk-muluk karena akan ada tes terakhir yaitu tes wawancara. Bagiku tes terakhir ini saya anggap "momok" Apa jadinya saya, di hadapkan pada dua penguji. Deg degan pasti. Pada tahap ini sudah mulai bingung. Persiapan apa yang harus saya lakukan. Bagaimana nanti jika saya panik lalu tidak bisa menjawab. ๐ฃ
Hari H wawancara tiba, saya di wawancara secara daring. Waktu 1 jam saya di bantai habis-habisan oleh 2 penguji tanpa henti. MasyaAllah... Tidak main-main... Harus selalu fokus dan jeli memahami pertanyaan dari kedua penguji. Penguji pertama terkesan tegas, dan penguji kedua lebih santai. Selesai sudah sesi wawancara yang melelahkan. Yang tersisa adalah rasa kuatir, takut tidak lolos, dan perasaan campur aduk lainnya.
Sampai pada tahap ini, saya kembali tidak muluk-muluk, malah terkesan saya melepaskan. Tidak mau berharap, tidak pengen berekspektasi. Lepaskan saja. Toh Jika memang jodoh apa yang kita lepaskan akan kembali kegenggaman. Betulkan ges? Xixixixi ๐
Lama, sekitar 3 minggu menunggu, diwaktu penantian itu, sebenarnya saya sudah mendapatkan pekerjaan lagi sebagai crafter, saya manfaatkan waktu sebaik-baiknya, masalah nanti saya diterima atau tidak itu urusan belakang.
Hari yang mendebarkan dan luar biasa dalam hidup saya itu ahirnya datang, dengan tangan gemetar saya pastikan berulang-ulang kali bahwa nama saya LOLOS, saya pastikan kembali, bahwa sebelum kata LOLOS, tidak ada kata TIDAK. Tidak hanya sekali dua kali saya buka tutup akun agar data yang ditampilkan valid. Dan alhamdulillah hirabbil alamin, nama saya di ikuti kata LOLOS, tanpa TIDAK. ๐ญ๐ญ๐ญ begitu bersyukurnya saya, akhirnya rasa sakit karena habis sesar, rasa pedih karena tidak bisa ikut tes gelombang 1 hilang seketika.
Semoga teman-teman yang nanti akan berjunag untuk mewujudkan cita-cita di mudahkan ya...
Jangan menyerah
Jangan takut
Percayalah
"Takut hanya ada dalam pikiran, sementara berani ada dalam tindakan"
Komentar
Posting Komentar